Kenapa Scoliosis Sering Baru Terasa Mengganggu Saat Sudah Lansia?
- Seeds Pilates

- Mar 25
- 3 min read
Banyak orang baru menyadari memiliki scoliosis ketika usia sudah tidak muda lagi. Padahal, kondisi ini seringkali sudah ada sejak lama—bahkan sejak remaja—namun tidak menimbulkan keluhan berarti. Lalu, kenapa gejalanya justru terasa lebih mengganggu saat memasuki usia lanjut?
Apa Itu Scoliosis?
Scoliosis adalah kondisi di mana tulang belakang melengkung ke samping, membentuk huruf “S” atau “C”. Pada banyak kasus ringan, kondisi ini tidak langsung menimbulkan rasa sakit, sehingga sering tidak disadari selama bertahun-tahun.

Namun, seiring waktu, perubahan pada tubuh bisa membuat lengkungan ini menjadi lebih terasa—baik dari segi postur maupun kenyamanan.
Kenapa Scoliosis Baru Terasa Saat Lansia?
1. Penurunan Kekuatan Otot (Muscle Loss)
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami proses alami yang disebut sarcopenia (kehilangan massa otot). Otot-otot yang sebelumnya membantu menopang tulang belakang menjadi:
Lebih lemah
Kurang stabil
Tidak mampu “mengimbangi” kelengkungan tulang
Akibatnya, tulang belakang yang sebelumnya “terkompensasi” mulai terasa tidak nyaman.
2. Fleksibilitas Tubuh Menurun
Saat muda, tubuh cenderung lebih fleksibel sehingga mampu menyesuaikan diri dengan berbagai kondisi, termasuk scoliosis ringan.
Namun saat lansia:
Sendi menjadi lebih kaku
Jaringan lunak kehilangan elastisitas
Gerakan jadi terbatas
Ini membuat tubuh lebih “terasa” ketika ada ketidakseimbangan seperti scoliosis.
3. Degenerasi Tulang & Sendi
Proses penuaan juga memengaruhi struktur tulang belakang:
Diskus (bantalan antar tulang) menipis
Tulang menjadi lebih rapuh (osteoporosis)
Sendi mengalami keausan (osteoarthritis)
Kondisi ini bisa memperparah lengkungan scoliosis atau membuatnya lebih simptomatik (menimbulkan gejala)
4. Postur Tubuh Semakin Menurun
Banyak lansia mengalami perubahan postur seperti:
Bahu makin membungkuk
Punggung condong ke depan
Pinggul tidak seimbang
Ketika postur memburuk, efek scoliosis jadi lebih terlihat dan terasa, seperti:
Nyeri punggung bawah
Ketegangan otot
Rasa tidak seimbang saat berdiri atau berjalan
5. Tubuh Harus “Bekerja Lebih Keras”
Ketika otot penopang melemah, tubuh akan mencoba kompensasi:
Otot tertentu bekerja lebih keras
Terjadi ketidakseimbangan otot
Muncul rasa pegal, nyeri, atau cepat lelah
Inilah yang membuat scoliosis terasa lebih mengganggu di usia lanjut.
Gejala Scoliosis pada Lansia
Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:
Nyeri punggung (terutama bagian bawah)
Tubuh terasa miring atau tidak simetris
Satu bahu lebih tinggi
Cepat lelah saat berdiri lama
Kaku saat bergerak
Dalam kasus tertentu: sesak napas (jika lengkungan cukup berat)
Apakah Scoliosis Bisa Disembuhkan?
Scoliosis tidak selalu “hilang”, terutama jika sudah terjadi sejak lama. Namun, kondisi ini sangat bisa dikelola agar:
Tidak semakin parah
Tidak menimbulkan nyeri
Tetap nyaman untuk aktivitas sehari-hari
Peran Pilates untuk Scoliosis pada Lansia
Salah satu pendekatan yang aman dan efektif adalah Pilates, terutama yang dilakukan secara terarah dan dengan pengawasan trainer.
Manfaat Pilates:
1. Meningkatkan Stabilitas Otot Inti (Core)
Otot core membantu menopang tulang belakang agar lebih stabil.
2. Memperbaiki Postur
Latihan yang terkontrol membantu tubuh “belajar ulang” posisi yang lebih seimbang.
3. Menambah Fleksibilitas
Gerakan yang lembut membantu mengurangi kekakuan tubuh.
4. Mengurangi Nyeri
Dengan distribusi beban yang lebih baik, tekanan pada area tertentu bisa berkurang.
5. Meningkatkan Kesadaran Tubuh (Body Awareness)
Ini penting agar gerakan sehari-hari jadi lebih aman dan efisien.
Tips Penting untuk Lansia dengan Scoliosis
Hindari duduk terlalu lama tanpa peregangan
Perhatikan postur saat berdiri & berjalan
Gunakan kasur dan kursi yang supportif
Lakukan latihan ringan secara rutin
Konsultasikan dengan profesional (trainer atau fisioterapis)
Kesimpulan
Scoliosis sering kali tidak terasa di usia muda karena tubuh masih mampu beradaptasi. Namun, seiring bertambahnya usia, penurunan kekuatan otot, fleksibilitas, dan kondisi tulang membuat keluhan mulai muncul.
Kabar baiknya, dengan pendekatan yang tepat seperti Pilates, kondisi ini bisa dikelola dengan baik sehingga tetap bisa menjalani hidup yang aktif, nyaman, dan berkualitas.



Comments